//Briena's here

aku, mereka dan belanda
Minggu, 12 Mei 2013 | 02.31 | 0comments
senja aku duduk di teras depan kos di lingkungan perumahan menghadap ke arah lapangan dan sebelah barat. Aku membaca email dari laptop

"tanggal 20 mei aku, jemi, indah, angga sama mita balik ke Indonesia.. mungkin tanggal 22 kita bakalan ke Surabaya buat nemuin miss vera sama kamu :D
kamu apa kabar ? we miss u so much :') "

aku hanya tersenyum miris melihat email itu
aku merindukan mereka bahkan sangat merindukan mereka seharusnya aku senang mereka pergi ke surabaya untuk menemuiku yang sekarang berada di Universitas Negeri di wilayah ini, tapi aku tak senang mereka akan menemui miss vera.

kejadiannya hampir 1 tahun yang lalu aku bersama ke 19 temanku mendapat rekomendasi dari sekolah untuk meneruskan pendidikan S1 di Belanda BEASISWA.
Waktu itu aku senangnya bukan kepalang mengingat aku hanya seorang anak guru ngaji dan penjual warung di daerah kediri dengan ke-2 orang adik dan aku anak laki-laki pertama yang akan berangkat ke BELANDA.
pasti mereka akan senang dengan kabar baik dariku.

2 jam setelah mendengar kabar itu aku pun pulang ke kediri di desa blabak desa perbatasan pastinya. Hamparan tebu membentang sepanjang perjalanan. aku pun turun di depan rumah sederhana dengan warung di sebelah utara.
Bapak dan ibuk kaget ketika melihat anaknya dengan modal uang di saku celana SMA yang masih lengkap ku pakai tanpa tas dan oleh-oleh. aku tersenyum dan langsung memeluk mereka berdua

"buk, pak. .kulo bade sekolah nang eropa pak buk " (Pak, buk saya mau sekolah ke eropa) kataku sambil tersenyum sumringah
sontak Bapak dan ibuk kaget bagaimana membiayai anak laki-laki semata wayangnya ini
"aku entuk beasiswa pak buk, GRATIS !! " kataku lagi
bapak ibukku senangnya bukan kepalang berkali-kali beliau sujud syukur dan aku menangis haru dibuatnya

aku segera melengkapi berkas-berkas yang ada tanpa pikir panjang.
seorang anak guru ngaji dan penjual warung akan terbang ke belanda sudah menjadi gosip yang mengangkat derajat bapak dan ibuk. Tentu saja mereka bangga.

namun semuanya berubah ketika miss vera berkata sesuatu yang mengejutkan.
Universitas yang akan ku masuki hanya memberikan beasiswa sebesar 40% sedangkan yang lain menjadi tanggung jawab pribadi
aku bimbang 60% yang lain dan biaya hidup aku yang menanggung. puluhan juta euro setiap semesternya apa mungkin.

aku segera mendatangi miss vera dan mengajukan permohonan agar beasiswaku dapat naik minimal 50%
"saya akan mengusahakan tapi kalo tidak bisa kamu mau tetap lanjut atau berhenti "
aku terdiam
"saya akan berhenti miss.. saya kasihan melihat kedua orang tua saya"
miss vera terharu seperti menahan tangis
"robi, kamu anak yang cerdas.. "

beberapa minggu kemudian miss vera SMS bahwa aku tidak bisa berangkat
aku menangis sejadi-jadinya dengan berat hati aku mengatakan kepada kedua orang tuaku bagaimana kronologinya. ada semburat kekecewaan dalam wajahnya tapi mereka berusaha tegar
"kamu anak kebanggaannya bapak sama ibuk rob.. apapun keputusanmu bapak terus dukung" beliau tersenyum sambil memelukku

hari kamis. ada jadwal untuk foto majalah sekolah tentang 20 anak yang akan berangkat ke belanda dan aku tidak datang . untuk apa  aku datang ?

aku segera mempersiapkan tes tulis SNMPTN. Pasporlah yang akhirnya aku gunakan untuk menggantikan KTP. "udah susah-susah buat malah gak kepake" batinku miris

akhirnya aku lolos masuk di salah satu universitas negeri dengan genre teknik di sana
aku bisa tersenyum lega karena bisa kuliah dan mendapatkan bidik misi

semester 1 kulalui dengan teman-teman yang baik, IP 4 dan orang tuaku menganggap aku bodoh
"kenapa cuman 4 kenapa gak bisa 8 ?" aku hanya bisa tersenyum. mungkin ada hikmahnya juga aku tidak berangkat ke belanda paling tidak aku masih bisa pulang 1 bulan sekali

1 minggu kemudian aku mendapat SMS dari miss vera bahwa aku bisa pergi ke belanda dikarenakan adanya misscom di sana
aku kecewa, gimana enggak...... udah malu-maluin keluarga, malu-maluin diri sendiri sekarang dengan seenak jidatnya manggil aku buat nyiapin berkas berangkat ke belanda buat besok
bidik misiku dikira murah kali ya
akhirnya aku memutuskan untuk tetap tinggal dengan tumpukan kekecewaan.

dan sekarang mereka datang ingin reuni dengan miss vera
memang bukan sepenuhnya kesalahannya tapi aku cukup kecewa dengan semuanya
aku klik tombol reply
"aku insy datang ta.. tapi aku gak bisa ke miss vera soalnya aku mau ada ujian :))"
dan segera aku mengklik tombol send

matahari senja, semilir angin dan kucing yang bertengkar di pojok halaman mengingatkanku pada sang Maha Pencipta
"rencanaMu sungguh tak terduga" kataku dalam hati

Older Post | Newer Post